‹ Kembali

Profil Penulis

Agustina K. Dewi Iskandar

Profil Penulis ‹ Kembali

Agustina K. Dewi Iskandar

Namaku AGUSTINA K. DEWI ISKANDAR, dan semua orang memanggilku dengan nama Ina. Aku Sarjana Komunikasi UNPAD yang lahir di Jakarta, 3 Agustus 1981 dan berdomisili di Bandung. Karya yang sudah kurilis adalah kumpulan cerita inspiratif berjudul Hot Chocolate For God yang diterbitkan di bawah penerbit di Yogyakarta, ReMemoare' dan Batas… yang diterbitkan oleh Grasindo.

Kenikmatan menulis novel, menurutku, berasal dari peran menjadi tuhan—dengan huruf ‘t’ kecil—bagi semua tokoh yang dihidupkan melalui ribuan teks yang kurangkai menjadi sebuah jalinan cerita. Kesulitannya adalah ketika karakter tersebut mulai tumbuh dalam benak, berdialog dan menawarkan plotnya sendiri; saat itu seringkali kegaduhan muncul dalam bentuk dialog panjang yang ujung-ujungnya malah menciptakan writer’s block. Ketika itu terjadi, seringkali aku butuh pengalihan dulu sebelum akhirnya kembali menulis.

Meski tak lagi menjadi penyiar radio dan editor majalah, aku sangat menikmati peranku sebagai ibu dari tiga orang anak [seorang putri bernama Azka Zahra Maziya dan dua orang putra bernama Kelana Kakilangit dan Abyakta Faeyza Zain], serta aktivitas lain yang juga memberi irama dan banyak warna dalam hidupku dengan menjadi dosen di Universitas Pasundan dan Institut Teknologi Nasional sekaligus Creative Writer Perusahaan Digital Marketing PT Medialine di Bandung. Di tengah ketukan irama hidup yang kadang menukik tajam, penuh kelokan dan sesekali melambat serta cenderung lamban, aku tetap menyempatkan menjalani minatku yang lain seperti bermusik di sebuah kelompok musik bertitel inaccoustic (www.myspace.com/inaccoustic), bermain drama, bersepeda dan sesekali traveling.

Meski demikian, tentu saja menulis tetap menjadi prioritas. Bagiku, menulis adalah udara. Jika berhenti menulis, maka aku akan ‘mati’. Kegembiraan dan keriangan hidup dalam diriku juga akan mati. Mengarang cerita dan menuliskannya menjadi novel utuh adalah sebuah pintu dengan ratusan ribu anak kunci yang bisa membuatku lebih memahami diri sendiri, ketakutan dalam hidupku, keinginan-keinginan, bahkan berbagai mimpi yang kadang tak mampu kuungkapkan secara lisan.

Never fight battles only with wishes! Kutipan ini menjadi penyemangat bagi setiap perjalanan hidupku. Dan tentu saja, hidupku adalah keajaibanku—hidupmu adalah keajaibanmu. Yuk, dengan menuliskannya kita jadikan segala jejak atas hidup kita adalah bagian keindahan dalam semesta.

Social Media Penulis

Facebook Twitter

comments powered by Disqus
Loading