Guru menjadi peneliti adalah sebuah pilihan yang tepat karena pilihan ini memiliki dampak positif yang luar biasa bagi upaya peningkatan kualitas guru. Kalau kita melihat hal ini dari perspektif regulasi maka, guru menjadi peneliti bukanlah sebuah pilihan saja melainkan sebuah keharusan karena, guru menjadi peneliti sudah merupakan amanat undang-undang. Walaupun demikian, pilihan dan amanat ini harus benar-benar memiliki spirit yang kuat agar konsistensinya bisa menjadi daya dorong bagi setiap guru yang melaksanakannya. Apabila kita menjabarkan hal ini lebih lanjut maka pilihan kita berikutnya adalah jenis penelitian mana yang relevan sehingga hasil dari penelitian benar-benar berdaya- guna dalam arti lebih efektif dan lebih berpotensi untuk meningkatkan kualitas guru.
Saya sungguh meyakini bahwa keterbatasan yang menampak dalam berbagai referensi berkaitan dengan PTK akan memberikan inspirasi tersendiri bagi mereka yang mendalami dan mau menyempurnakan apa yang disebut sebagai PTK itu. Demi penyempurnaan PTK (PTK) maka, kita semua tentu mengharapkan keterlibatan lebih banyak orang untuk mengkaji, merekonstruksi dan memformulasikan ulang PTK ini agar hakikat dan keberadaannya menjadi lebih berdaya guna. Hal yang mendasari keyakinan di atas adalah bahwa; kebenaran ilmu pengetahuan bersifat relatif dan selalu terus menerus berevolusi dan beradaptasi dengan kemajuan zaman. Selain itu bahwa; sebuah metodologi, formulasi, proses, dan mekanisme selalu fleksibel dalam arti bisa diperbaiki dan disempurnakan. Walaupun istilah PTK terlanjur menjadi istilah yang sangat populer di kalangan dunia pendidikan namun, keberadaannya yang terbatas itu masih harus terus menerus disempurnakan. Saya yakin bahwa banyak pakar akan terus mengkaji dan berniat untuk menyempurnakan PTK ini.
| ISBN | : | 9786023753970 |
| Tanggal Terbit | : | 28 March 2016 |
P. Ratu Ile, S.Pd.,M.Pd. lahir 04 Desember 1965 di desa Sukutokan Pulau adonara, Kabupaten Flores Timur-NTT. Sebagai putra ke empat dari sembilan bersaudara buah hati dari Markus Boli Sanga (Alm) dan ibu tercinta Theresia Tuto Bura. Penulis telah dikaruniai tiga orang anak yakni Tanty Tokan, Randy Tokan dan Alfin Tokan dari istri tercinta Maria D.Ola, SE.
Penulis menyelesaikan pendidikan S2 Tahun 2009 pada Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) - Bandung atas biaya Pemerintah Daerah, dengan predikat lulusan “Cumlaude” pada program studi administrasi pendidikan, konsentrasi manajemen SDM. Pendidikan S1 dan D3 Pada UNDANA - Kupang Jurusan MIPA program studi Fisika; SMA PGRI Larantuka Jurusan IPA; SMPN Lewoleba dan SDK Wuaone Sukutokan.
Penulis pernah mengajar pada: Universitas Muhamadya Kupang kampus Larantuka; Universitas Widya Gama Malang kampus Larantuka; Penyetaraan D3 guru-guru SMP; Politeknik Kesehatan DEPKES Kupang Program khusus D-111 Keperawatan; dan D-111 Kebidanan Kampus Larantuka; SMP dan SMA PGRI Larantuka; SMAK ST.Darius Larantuka dan sejak Tahun 1989 sampai sekarang menjadi guru aktif pada SMAN 1 Larantuka.
Penulis pernah mendapat penghargaan Science Education Award 2006 dari ITSF Jakarta atas karya original yang berjudul “Desentralisasi dan Demokratisasi Pendidikan di kelas”. Penghargaan Satya Lencana Tahun 2010 dari Presiden Repoblik Indonesia, dan juga penghargaan- penghargaan lokal lainnya.