“Hujan membuatku merasa tidak sendiri. Rintik hujan membuatku sadar. Aku bukan satu-satunya orang yang jatuh, lalu pecah membentur batu dan aspal jalanan, atau larut bersama kelokan sungai.”
“Pluviophile,” ucap Katya.
“Apa itu?”
“Itu kamu. Orang yang merasakan kedamaian saat hujan,” ungkap Katya. Meski ia tahu, pria itu—Banyu Mili—sepertinya bisa merasa damai kapan pun juga.
Bagi orang lain, pembicaraan tentang hujan barangkali terdengar konyol. Tapi, bagi Katya, bersama Banyu Mili, pembicaraan topik seremeh-temeh cuaca menjadi semenarik film box office.
Katya membenci hujan. Hujan deras turun pada perayaan ulang tahunnya yang kedelapan, membuat satu-satunya ulang tahun yang pernah dirayakannya berantakan karena tak ada seorang pun dari undangan yang datang. Hujan juga menjadi latar kepergian kakak kandungnya, Bara, yang hilang sejak usia sembilan. Dan, hujan turut mengantar kepergian ibunya, yang meninggal saat Katya memutuskan untuk menjadi seorang wartawan. Hujan pun turut mengiringi kehilangan Katya akan Jani, sosok gadis kecil yang menjadi muridnya di sebuah pusat kegiatan belajar mengajar di daerah pinggiran Jakarta, tempat anak-anak jalanan mengecap pendidikan.
Lalu, masih adakah alasan bagi Katya untuk tak menyalahkan hujan atas semua kehilangan? Katya tak pernah yakin, sampai ia bertemu dengan Banyu Mili, sosok yang diam-diam mengisi hatinya, yang membuatnya berani mengambil satu keputusan penting dalam hidupnya.
| ISBN | : | 9786023753116 |
| Tanggal Terbit | : | 04 January 2016 |
LUCIA PRIANDARINI lahir di Malang, 21 Januari 1984 dan dibesarkan dalam rumah penuh buku. Ia bekerja lepas sebagai penulis buku non-fiksi bersama penerbit TransMedia Pustaka dan Bina Swadaya Grup sejak menjalani studi di Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia. Setelah lulus pada 2008, ia bekerja sebagai reporter di beberapa media gaya hidup seperti Femina. Artikelnya berjudul “Melawan Lupa” memenangkan juara 1 Lomba Menulis tentang alzheimer kategori jurnalis pada awal 2015. Cerita pendeknya berjudul “Saat Berkemas” menjadi pemenang pertama Lomba Penulisan Cerita Pendek AJB Bumiputera pada 2009 dan terbit dalam Antologi Cerita Pendek berjudul “Kain Batik Ibu”. Ia dapat dihubungi melalui surat elektronik: lucia.priandarini@gmail.com dan luciapriandarini.com.